
Kalau biasanya air terjun identik dengan air yang jatuh dari atas ke bawah, fenomena satu ini malah bikin hukum gravitasi kelihatan seperti sedang bercanda. Namanya Waipuhia Falls, berada di Pulau Oʻahu, Hawaii. Air terjun ini dikenal dengan julukan Upside Down Waterfall karena pada kondisi cuaca tertentu, airnya terlihat seperti bergerak naik ke atas. Jadi, kalau muncul di video media sosial, jangan buru-buru nuduh editan atau efek CGI. Fenomena ini benar-benar bisa terjadi, meskipun bukan berarti gravitasi mendadak berhenti bekerja.
Beberapa fakta unik di balik “air terjun terbalik” ini:
1. Angin adalah pemeran utamanya
Ketika angin bertiup sangat kencang ke arah atas tebing, butiran air yang sedang jatuh bisa terdorong kembali ke atas. Jadi sebenarnya air tetap “ingin” jatuh, tetapi dorongan angin membuat lintasannya berubah.
2. Bentuk tebing ikut membantu
Waipuhia Falls berada di kawasan tebing Oʻahu yang bentuk topografinya dapat mengarahkan dan memperkuat aliran angin. Kondisi ini membuat air yang jatuh lebih mudah tertiup kembali sebelum mencapai bagian bawah tebing.
3. Tidak terjadi setiap hari
Air terjun ini tidak selalu tampil seperti sedang mengalir ke atas. Fenomena tersebut membutuhkan kombinasi antara air yang cukup banyak, biasanya setelah hujan, dan angin yang sangat kuat. Karena itu, datang ke lokasi belum tentu langsung mendapatkan pemandangan “air naik”.
4. Airnya sebenarnya lebih seperti “terangkat”
Kalau dilihat dari dekat, fenomenanya bukan air yang benar-benar mengalir naik mengikuti permukaan batu seperti sungai. Angin memecah dan membawa air menjadi tetesan serta kabut air, sehingga dari kejauhan terlihat seperti aliran air sedang bergerak ke arah atas.
5. Fenomena serupa juga terjadi di tempat lain
Waipuhia Falls bukan satu-satunya lokasi dengan fenomena ini. Air terjun terbalik juga pernah terlihat di berbagai wilayah dunia ketika angin ekstrem bertemu dengan air terjun, termasuk di India, Australia, Afrika Selatan, dan Inggris.
Yang bikin fenomena ini makin menarik adalah betapa mudahnya mata kita tertipu. Dari sudut tertentu, air terlihat benar-benar bergerak melawan gravitasi. Padahal secara fisika, gravitasi tetap menarik air ke bawah. Bedanya, pada kondisi tertentu gaya dari angin bisa memberikan dorongan horizontal maupun ke atas yang cukup kuat untuk mengubah arah gerak tetesan air. Dalam kasus ekstrem, air bahkan bisa berubah menjadi semprotan halus atau kabut yang terbawa angin jauh dari jalur jatuh normalnya. Konsep serupa juga pernah diamati di kawasan air terjun lain. Di Australia, misalnya, laporan pengamatan menunjukkan angin kencang dapat membuat air yang jatuh justru tertiup kembali ke atas hingga dari suatu sudut terlihat hampir tidak ada air yang jatuh ke bawah.
Jadi, kalau suatu hari melihat video air terjun yang kelihatannya “naik ke langit”, jangan langsung bilang video tersebut editan. Bisa jadi kamu sedang melihat salah satu trik alam paling keren: gravitasi tetap bekerja, tetapi angin sedang jauh lebih dominan.